PD. Mawarani “Selingkuh” Dibalik Kepentingan

Kota Maumere, Suara Flores — Siapakah yang paling bertanggungjawab dibalik porak porandanya manajemen PD Mawarani? Pertanyaan refleksi ini tidak membutuhkan jawaban panjang. Cukup merenung dalam hati dan kemudian bangkit sadar sekejap. Pertanyaan itu langsung menyentil kita untuk melihat persoalan yang sedang terjadi di tubuh Perusahaan Daerah (PD) Mawarani. Sudah saatnya orang membuat refleksi perbandingan Mawarani masa lalu dengan sekarang sebagai wujud penemuan solusi terbaik.

Hanya dengan perbadingan itulah orang kembali membangkitkan semangat lahirnya PD. Mawarani. Melangkah maju tanpa ragu-ragu kalau pengalaman masa lalu dijadikan sebagai pedoman. Dari dasar inilah, aktifitas di PD. Mawarani direvitalisasi. Kini, dibutuhkan perekrutan pemimpin Mawarani yang berpengalaman dan profesional. Tidak serta merta menunjuk atau mengangkat seseorang pemimpin Mawarani yang hanya menjadi tameng kekuasan dan kepentingan. Apa yang akan terjadi bila momentum perekrutan direktut Mawarani sarat kepentingan. Padahal, masyarakat Sikka mendambakan pemimpin Mawarani yang berkompeten, profesional dalam manajemen serta berjiwa besar untuk menjadi pemimpin yang handal dan ulet. Hanya dengan itulah, PD. Mawarani dapat tumbuh dan berkembang dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Sikka. Bila kita tidak menginginkan kebangkrutan Mawarani yang berkepanjangan, hendaknya ditanamkan sifat manajerial berbasis bisnis untuk membangun dan memekarkan kembali mawar yang sedang layu dan berani tak mau mati. Bukannya Mawarani disimbolkan sebagai orang sakit yang diinfus sepanjang waktu.

Perusahaan Daerah Mawarani merupakan salah satu Perusahaan Daerah yang didirikan pada tahun 1962 melalui Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 1962. Perda itu kemudian direvisi menjadi Perda No. 7 Tahun 1987. Pada tahun 2003, kembali direvisi menjadi Perda No. 13 Tahun 2003. Tujuan dibangun perusahaan daerah sebagaimana tertuang dalam aturan dasar yakni melaksanakan pembangunan ekonomi daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya. Secara harafiah, keberadaan PD. Mawarani merupakan tolak ukur dalam memenuhi kebutuhan ekonomi kaum minoritas, demikian penjelasan Kepala Bagian Teknik Produksi, F.X. Made Bothan.

Aktifitas PD. Mawarani di kala itu sangat menggembirakan. Simon Tanjung sebagai direktur bersama delapan staf berusaha menghidupkan kembali PD. Mawarani. Kita membangun hubungan dengan instansi-instansi yang ada dengan berbagai tawaran, yang mana dalam kegiatan tersebut kita menggunakan bendera perusahaan lain. Pada tahun 2003, kita mendapat proyek di Lirikelang. Adapun kegiatan lainnya adalah melakukan pengolahan sampah dan juga membangun sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

SPBU mulai aktif pada Oktober 2004, pada masa itu, Edi Dore bertindak sebagai direktur menggantikan saya. Kepemimpinan Edi Dore terhitung dari tahun 2004 sampai 2008. Dari usaha SPBU yang ada, perjalanan kepemimpinan Edi Dore mengawali dengan melakukan perekrutan karyawan tambahan. Pada awalnya jumlah karyawan yang ada kurang lebih 18 orang, kemudian bertambah menjadi 41 orang. Seharusnya dengan delapanbelas (18) staf tersebut sudah mampu menjalankan roda perjalanan PD. Mawarani. Perekrutan karyawan melampau kapasitas pekerjaan. Jumlah karyawan secara keseluruhan membludak menjadi 41 orang. Pembagian ship di SPBU yang seharusnya 2 ship terpaksa harus dibagi menjadi tiga ship. Itu dilakukan dengan maksud menampung jumlah karyawan yang ada. Namun, penambahan ship itu pun masih belum cukup untuk menampung jumlah karyawan. Selanjutnya, untuk mengatasi jumlah karyawan yang tersisa maka direktur mulai mencari prospek baru dengan membuka usaha sabut kelapa dan bengkel Mawarani (tahun 2007), demikian tutur sang mantan direktur.

Kendati dengan 41 karyawan, hampir seluruh usaha tidak mengalami kemajuan. Sehingga, pada tahun 2008 akhir Edi Dore berhenti menjadi direktur. Yang mana segala usaha sudah berhenti seperti bengkel dan usaha pres sabut kelapa. Usaha bengkel berhenti karena hitungan perusahaan tidak mengalami keuntungan sedangkan jenis usah sabut kelapa berhenti karena pembelian bahan baku tidak sebanding dengan harga jual. Usaha yang tersisah dari Mawarani adalah konstruksi dan SPBU. Konstruksi, kita mengharapkan proses tender, yang mana membutuhkan administrasi. SPBU tidak berjalan kalau tidak ada direktur. Praktis, saat itu tidak ada direktur maka usaha berhenti karena soal administrasi harus berhubungan dengan seorang direktur sebagai penanggungjawab perusahaan.

Salah satu unit usaha yang masih berjalan sampai saat ini adalah SPBU, cuma operasionalnya besar. Terutama soal gaji. PD Mawarani harus membiayai seluruh pegawai yang ada. Memang ada keuntungan tapi sangat minim. Perjalanan usaha SPBU mulanya sangat memberikan pemasukan yang signifikan setelah penjualan dikurangi biaya. Banyak uang yang harusnya bisa menjadi modal menjadi tidak jelas. Karena Mawarani kala itu itu dipimpin oleh direktur yang masih belum mampu akan arti manajemen perusahaan yang baik dan benar. Tidak ada aturan keuangan yang jelas. Pendataan dan pengeluaran uang tidak didukung dengan standar akuntansi yang pasti. Sistem tersebut hingga saat ini tidak pernah ada. Yang jadi kesulitan selama ini, kita melihat kurang adanya perhatian dari pemerintah sebagai pemilik perusahaan. Mungkin saja pemerintah banyak kegiatan.

Made menambahkan bahwa pada masa Mawarani dipimpin Edi Dore, usaha yang ada memang berjalan. Namun hubungan kerjasama yang dibangun bukan dengan orang paham akan sebuah usaha. Sehingga saat pemasaran dilakukan tapi uang tidak kembali. Semua aktifitas produksi berjalan baik, yang menjadi kendalanya adalah proses pemasarannya tidak berjalan.

Untuk selanjutnya, kita membutuhkan pemimpin yang siap membangun. Direktur yang berpengalaman, yang memiliki pemahaman dalam bidang-bidang proyek pemasaran. Yang kemudiannya segala aktifitas penawaran dan pemasaran dapat berjalan baik supaya mengeruk keuntungan yang besar.

Dia menambahkan, dilihat dari segi fasilitas, sangat tidak mendukung. Tampilan wajah yang sebagai nilai jual atau nilai ekonomi, termasuk dalam kategori sangat tidak mendukung. Sedangkan, dalam membangun mitra usaha, wajah menjadi hal urgen yang harus diperhatikan. Kemudian yang penting juga diperhatikan adalah keberadaan manajemen dengan pemimpin yang professional bukan politisi yang berkepentingan.

Perbincangan Kepala Bagian Teknik Produksi bersama Suara Flores di kantor tua PD. Mawarani menarik kesimpulan bahwa mandulnya perjalanan manajemen di tubuh PD. Mawarani memang karena rendahnya pemahaman pemimpin akan arti sebuah manajemen perusahaan. Yang menurut banyak pakar ekonomi bahwa manajemen adalah ibu dari sebuah perusahaan. Ibu harus jadi ibu yang bijak, agar perjalanan masa depan anak dapat tercapai. Demikianpun menjadi direktur PD. Mawarani.

Kami berharap bahwa ke depannya, perlu ada team thank yang mengkaji peluang dan tantangan perusahaan. “Kami merasa aman ketika didukung oleh pemerintah dan juga DPRD Sikka. Karena hanya dengan dukungan itulah kami merasa aman”.

Selama ini kami berpikir bahwa PD. Mawarani adalah milik Pemda. Namun yang menjadi pertanyaan kami adalah sejauh mana keperpihakan Pemda kepada PD. Mawarani. Tuturnya sambil mengakui bahwa sejak berdirinya Mawarani, saat masih tersisah empat orang yang karyawan lama.

Ada banyak yang dapat menghasilkan uang. Kalau pemerintah mempercayakan pihak PD. Mawarani untuk mengambil bagian dalam pengelolaan berbagai potensi yang ada di Sikka. Kita mengambil contoh di Pulau Jawa, ada PD. Pasar dan PD. Parkir serta masih ada berbagai usaha lain yang dikelola oleh Pemda. Yang penting pengelolaan itu tidak berujung pada kepentingan personal. Karena itu harus dipikirkan mengenai sistem dan mekanisme yang dibangun itu transparan dan berbasis manajemen bisnis. (Yanes)

Iklan

1 Komentar

  1. Tulisan ini sangat mantap dan kontekstual karena Mawarani sedang diambang kebangkrutan. Secara faktual kantor itu saja hampir sama dengan rumah di daerah kumuh. Mau jadi apa Mawarani padahal PD Mawarani adalah milik Pemkab Sikka. Herannya staf Pemkab miliki rumah yang bagus.
    Di sisi lain, PD Mawarani sebentar lagi akan melakukan penetapan Kepemimpinan baru. DIharapkan figur yang ditetapkan ini tidak lagi berselingku seprti yang ditulis dalam mingguan ini. PD Mawarani harus diperbaiki manajemennya, terutama manajemen bisnis. Dan perlu mendapat pengawasan dari semua pihak di Kab. Sikka


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s