Jalan Rusak, Warga Rarajembu Terisolasi

Ende, Suara Flores — Warga Desa Pra Persiapan Rarajembu Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, kurang lebih 10 Km dari Ibu Kota Kecamatan kini terisolasi, karena jalan raya ke sana belum dibangun.

Warga Rarajembu, Simeon Sawo, mengatakan lebih dari 750 jiwa atau 75 kepala keluarga di Rarajembu masih terisolasi. Tanaman pertanian dan perkebunan milik masyarakat tidak bisa dipasarkan, katanya ketika ditemui Suara Flores di Rarajembu beberapa waktu lalu ketika ikut bersama rombongan DPRD Kabupaten Ende dari Komisi A untuk menghadiri acara peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Desa Pra Persiapan Rarajembu. Sawo mengatakan, masyarakat tidak bisa menjual hasil panen. Biasanya panenan kami kumpulkan dikebun baru ada tengkulak yang datang membelu harganya berdasarkan kesepakatan dan tidak sesuai dengan harapan kami. Jalan menuju ke Rarajembu itu seperti disaksikan media ini berlumpur dan melintasi areal pertanian dan perkebunan, kali dan anak sungai. Hal ini menyebabkan tidak ada alat transportasi yang mengambil trayek kesana.

Sementara itu Wens Mego Sepu, warga setempat mengatakan, mereka sudah berulang kali meminta perhatian kepada pihak pemerintah untuk membangun jalan raya namun belum ada realisasi. Selain itu sarana pendidikan dan kesehatan juga tidak memadai. Akibatnya warga terpaksa berjalan kaki dan melintasi sungai menuju kota Kecamatan dan menyekolahkan anak-anak. Dikatakannya, anak-anak kami sekolah di Ibu Kota Kecamatan dan biasanya berjalan kaki menuju kesana dengan langgar kali, kalau tadi anda datang lebih cepat, bisa melihat mereka berjalan kaki melewati kali itu, katanya.

Hal ini juga mendapat pengakuan dari anggota DPRD Ende, yang melakukan Kunjungan Kerja (Kanker) sehari ke Rarajembu, Heribertus Gani, bersama kedua anggota DPRD Ende lainnya Oktavianus Moa Mesi dan Abdurahman Wawo Seto. Ia juga mengatakan, kondisi terburuk apabila musim hujan tiba, karena kendaraan tidak akan melalui jalan tersebut, apalagi katanya harus melewati sungai sebanyak tujuh kali meski melalui kali yang sama.

Potensi hasil perkebunan terutama kakao dan kopra sangat menjanjikan di wilayah tersebut. Menurut Heri Gani jalan memang sudah ada dibangun masyarakat sejak tahun 1980-an. Namun hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah terkait dengan kondisi jalan seperti itu, Oktavianus Moa Mesi menyatakan untuk tahun 2011 ini belum bisa dianggarkan karena tidak ada dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011. Namun DPRD tidak akan menutup mata dan bersama pemerintah tentu akan memperhatikan, ujar Moa Mesi.

Seperti disaksikan Suara Flores, untuk mencapai lokasi tersebut warga harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 Km dengan melintas sebuah kali dengan tujuh kali melintasi kali yang sama selain itu, jalan tersebut berlumpur pada musim hujan. +++DM+++

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s