Ngada Rangking Dua Index Pembangunan Manusia se-NTT

Bajawa, Suara Flores — Kepala Bappeda Kabupaten Ngada, Hilarius Sutanto mengajak seluruh elemen kembali menengok kebelakang untuk melihat kedepan. “Diukur dari Index Prestasi Manusia (IPM) Kabupaten Ngada sudah meraih Rangking Dua tingkat Propinsi NTT”, ujar Sutanto. Ditambahkan, beberapa hal yang menjadi konsentrasi pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sarana. Dijelaskannya, pada sektor lain, pada tahun 2006-2009 terjadi peningkatan daya beli. Sumbangan terbesar berasal dari Index Daya Beli, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen. Data terakhir, kata Sutanto, benar masih ada ketimpangan aspek pemerataan penduduk. Pada komponen kesehatan, tahun 2009 masih berkisar 67 persen, sementara aspek pendidikan, persentase tingkat buta huruf berkisar 5,06 persen. Perihal usulan masyarakat atau usulan-usulan dari bawah, Sutanto, mengharapkan, segala usulan perlu disesuaikan dengan visi dan misi daerah yang telah ditetapkan bersama. Secara terpisah, Hilarius Sutanto sedikit menaruh kesan harapan, selama ini desa tidak pernah mengusulkan bidang lingkungan hidup. Padahal, ujar Sutanto, lingkungan hidup adalah salah satu unsur vital bagi pembangunan manusia. “Isu kedepan adalah pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan”, ujarnya.

Kepada seluruh Kepala Desa wilayah Kabupaten Ngada, dalam arahan tupoksi, BMPPD menginformasikan pada tanggal 20 Desember 2011, Kabupaten Ngada akan melakukan Penyerahan Real Kewenangan kepada Pemerintah Desa (sekitar 31 bidang, 232 urusan) yang sebelumnya ditangani OPD akan diserahkan kepada desa dan akan dievaluasi setiap 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Jika tidak mampu, akan ditarik kembali. Menyangkut pemekaran desa, BMPPD Kabupaten Ngada mengharapkan jika mengusulkan pemekaran, patut dilakukan berdasarkan kajian secara lebih serius dan lebih cermat. Selain itu, persoalan lain yang dihadapi bersama adalah masalah fiskal. Untuk tahun ini total dana ADD yang disepakati sebesar 8 miliar rupiah. Sementara itu, untuk dana Urusan Bersama sebesar 3 miliar rupiah. Untuk tahun yang akan datang, penggunaan dana ADD akan sangat berpihak pada PKK dan pemberdayaan perempuan. Tahun ini untuk operasional PKK, alokasi masih sangat terbatas, hanya sebesar Rp. 2.500.000,-.

Menanggapi suhu aspirasi yang dituangkan melalui draft usulan dari bawah, empat anggota DPRD Kabupaten Ngada dari delapan kursi perwakilan Dapil III Golewa masa bakti 2009-2014, Yosep Dopo, Ladja Fransiskus, Petrus Ngabi dan Tedy Lobo, kepada Suara Flores, menilai selaras strategi integrasi rencana pembangunan yang ada, segala bentuk usulan dari bawah adalah wajah primer kerangka prioritas pelaksanaan pembangunan kedepan. +++AD+++

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s