Romo Emanuel Siki, Pr : Kaum Muda Harus Kita Selamatkan

Romo Emanuel Sikki, Pr

Gereja Katolik Keuskupan Atambua, Paroki Katedral Santa Maria Immaculata  akan kehilangan langkah ke depan, apabila kaum kaum muda tidak ditempa secara baik. Dimana saat ini budaya hedonisme telah merasuk ke dalam sendi-sendi dan bahkan telah membunuh karakter kaum muda itu dengan sangat kejam tanpa meninggalkan bekas. Agar mereka tidak salah langkah dan juga gereja tidak kehilangan arah dalam melangkahkan kakinya, maka dibutuhkan pendampingan, pembimbingan dari Perhimpunan Pelajar Katolik Immaculata Atambua (PELITA), Romo Emanuel Siki, Pr.

Perhimpunan Pelajar Katolik Immaculata Atambua (PELITA), selama ini merupakan kumpulan anak-anak pelajar yang berasal dari Paroki Katedral, anak-anak pelajar yang Katolik. Dan kita beri nama PELITA karena mereka adalah generasi penerus yang harusnya menjadi cahaya untuk generasi-generasi terdahulu dan generasi-generasi yang akan datang. Karena secara khusus kita melihat bahwa mereka perlu ditangani secara khusus, karena selama ini belum ada wadah yang merangkul anak-anak dan memberikan pembinaan kerohanian, kepribadian dan pembinaan-pembinaan ketrampilan, terang Romo Eman, saat ditemui di kediamannya pekan lalu.

Lanjut Romo Eman, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah keprihatinan kita atas kehidupan anak-anak pelajar kita yang nampaknya kebanyakan tidak peduli lagi untuk hal-hal rohani. Ini membahayakan masa depan kehidupan anak-anak pelajar seperti itu SMP- SMA di Atambua. Untuk itu, generasi muda harus kita selamatkan, tandasnya.

Di dalam PELITA, kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain kegiatan kerohanian pada setiap hari Jumad. Sesudah itu diberi pembinaan, lalu ada rekoleksi per dua bulan sekali. Untuk kepribadian, ada latihan-latihan mental dan untuk ketrampilan juga ada latihan-latihan untuk berbicara di depan umum, latihan untuk mengungkapkan pendapat dan lain-lain. Jumlah anggota PELITA saat ini yang terdaftar 80-an orang. Kebanyakan dari lingkungan Tatakiren, lingkungan Sukabiren dan lingkungan Nekafehan, terang Romo Eman.

Dalam menghadapi remaja-remaja ini, Romo Eman harus siap  “menelan pil pahit”, ketika anggota PELITA ada yang mengundurkan diri dengan alasan tertentu khususnya terbukti terinfeksi virus HIV/ AIDS.  “Semua itu kita harus terima, kalau memang ada anggota yang mengundurkan diri itu haknya. Kita punya kewajiban untuk membina dia dan kalau memang dia tidak mau dibina dan dia mau mengundurkan diri dari kelompok ini, itu hak yang bersangkutan, ungkapnya sembari mengakui bahwa selama ini ada juga program yang tidak berjalan adalah program untuk kerja bakti sosial. Kita rencanakan mau diadakan penghijauan, tapi karena jam sekolah dan belum temukan hari libur yang pas untuk kumpulkan anak-anak itu, maka untuk sementara belum bisa berjalan. Kita selalu menghimbau melalui orang tua, melalui ketua kelompok, ketua lingkungan, supaya mendorong dan mendukung anak-anak itu untuk terlibat. Kelompok PELITA yang sudah bergabung, kita siapkan sebagai kader-kader masa depan gereja sehingga kita tetap perhatikan secara khusus karena masa depan gereja ada di tangan mereka. Selanjutnya kita akan tetap ikuti prosesnya supaya apa yang kita cita-citakan melalui wadah ini bisa terwujud, sehingga munculnya kader-kader gereja yang handal, bertanggung jawab, beriman dan bermoral, harap Romo Eman. +++ FLA+++

Iklan

1 Komentar

  1. Reynolds Architecture takes pride in the relationships it
    has with the top fabricators, installers and manufacturers of everything from plumbing fixtures,
    widows, marble, ceramic tile, and custom cabinetry to name a few.
    While functionality is the number one goal of every home appliance it does not hurt to
    look good either. Also in the box with the mixer is a flat beater, dough hook, and wire whip.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s