NASDEM Mengerti Politik dan Berpolitik

Ditengah hiruk pikuk situasi perpolitikan di tanah air, organisasi kemasyarakat Nasional Demokrat (NASDEM) merayakan Hari Ulang Tahun yang pertama,1 Februari 2011 lalu bersama perwakilan wilayah dari seluruh Provinsi di Indonesia. Kegiatan itu diawali dengan berbagai aksi sosial Badan Rescue Nasdem di berbagai Daerah, seperti aksi sosial tanggap bencana Banjir di Jawa Barat, Wasior (Papua Barat), Merapi di Jawa Tengah, dan penanaman pohon jarak di Bukit Nasdem Sikka.

Seiring dengan proses konsolidasi dan berbagai kegiatan sosial, organisasi Nasdem juga menerima antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Berbagai tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, agamawan dan politisi dari berbagai partai politik di seluruh Indonesia menyatakan bergabung dalam barisan Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Bersamaan dengan itu, dalam usia yang baru mencapai 1 tahun, Nasdem telah memiliki keanggotaan, lebih dari 1 juta anggota. Hal itu menunjukan bahwa, Nasdem telah mendapat sambutan bukan hanya di level elit tapi juga ditingkat akar rumput.

Penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) merupakan satu upaya untuk meningkatkan soliditas dan konsolidasi organisasi,  memfinalisasi konsepsi restorasi Indonesia dan menetapkan program prioritas dimasa yang akan datang. Nasdem mencatat sejarah baru, menyelenggarakan Rapimnas dengan mengundang perwakilan dari seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan, yang berjumlah 3.000,- peserta. Dengan mengusung tema “Gerakan Perubahan Untuk Restorasi Indonesia”. Hal ini disampaikan oleh, Syamsul Mu’arif selaku Ketua Panitia Rapimnas dan HUT pertama Nasdem pada acara pembukaan Rapimnas dan HUT Nasdem, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, belum lama ini. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Dewan Pakar Nasdem, Siswono Yudo Husodo, Pengurus Pusat, Ferry Mursydan Baldan, Viktor Laiskodat, Melkiades Laka Lena, dan perwakilan dari 33 pengurus wilayah di Indonesia.

Syamsul Mu’arif mengatakan, restorasi Indonesia adalah sebuah keharusan. Reformasi telah mengantar bangsa Indonesia sebagai negara demokrasi tetapi demokrasi yang hanya sekedar merumitkan tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahtaraan umum. Nasdem mencita-citakan sebuah demokrasi berbasis warga negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang dengan keringat dan tangan sendiri. Inilah manivesto kita, tutur Mu’arif.

Pada kesempatan yang sama, Siswono, selaku Ketua Dewan Pakar, dalam arahan mengatakan, Nasional Demokrat adalah ormas yang sadar politik dan berpolitik. Kita hidup untuk satu tujuan dan berusaha keras untuk mencapainya. Kita juga perlu membangun harapan, karena harapan datang dari sikap atau persepsi kita sendiri tentang masa depan negara kita. Kita sendiri yang membangun harapan itu agar memiliki kenyakinan bahwa hari esok akan lebih baik dari hari kemarin. Seraya belajar dari keberhasilan dan kegagalan kita. Dan tak kalah penting adalah berdoa. “Ora Et Labora”. Berpolitiknya Nasdem harus memiliki tujuan. Kita terjun ke politik untuk satu tujuan yang mulia. Dan kita memasuki gelanggang politik untuk mencapai tujuang-tujuan besar, tutur Siswono.

Dia menambahkan, secara politik Nasdem berjuang agar demokrasi di Indonesia menemukan kesejatian. Menjelma menjadi demokrasi substansial bukan sekedar  prosedural. Demokrasi harus berujung pada peningkatan kesejateraan rakyat. Tanpa menjadikan rakyat sejahtera, demokrasi ibarat pohon yang berbunga tapi tanpa berbuah. Indah dipandang tapi tak dapat dinikmati. Demokrasi yang menghasilkan kekacauan bukanlah tujuan kita. Demokrasi harus menghasilkan kesejateraan rakyat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang haus dengan sukses dan pencapai-pencapain besar. Kita harus cepat bergerak dan berani langsung berbuat. Bukan hanya menyusun rencana-rencana, tuturnya.

Nasional Demokrat itu adalah ormas yang mengerti politik dan berpolitik. Karena kita mengerti politik maka Nasdem belum saatnya menjadi partai politik. “Saya konsisten dengan apa yang saya inginkan. Anggota Nasdem diharapkan untuk memelihara nilai kejujuran, kompak selalu, kasih sayang dan saling membesarkan hati. Itulah nilai kekuatan bersama kita. Kita harus tahu kekuatan dan kelemahan kita. Jangan berpolitik antara kita, satu sama lain. Demikian pidato politik, Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, menanggapi aspirasi para peserta untuk menjadikan Nasdem sebagai partai politik yang berkembang selama hari-hari Rapimnas yang berlangsung 3 hari, dari tanggal 30 Januari sampai 01 Februari 2011.

Dalam Rapimnas tersebut pula dibahas sejumlah agenda antara lain, simposium restorasi Indonesia, pertemuan konsolidasi ketua umum dengan ketua wilayah se-Indonesia, pengarahan dewan pakar, rapat-rapat komisi, dan rekomendasi-rekomendasi penting. Seluruh peserta diinapkan pada sejumlah hotel di Jakarta pusat. Dari kurang lebih 4,000,- peserta Rapimnas, NTT dihadiri 30-an peserta yang dipimpin langsung oleh Ketua wilayah, Drs. Daniel Adoe dan Sekretaris Wilayah, Aleksander Take Ofong, tutur Ignas Mukin, S.Fil sebagai salah satu peserta yang hadir pada saat itu, ketika ditemui Suara Flores di Bumi Nyiur Melambai, Kota Maumere beberapa waktu lalu. +++AY+++

Iklan

1 Komentar

  1. ok langkah cerdas tentunya ini nasdem mampu memberikan kontribusi bagi pergerakan restorasi.gimana ya bergabung menjadi rescue nasdem ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s