LPA NTT Perjuangkan Hak Anak

– Bangun Kerjasama dengan GERTAK –

Kupang, Suara Flores — Persoalan besar yang sedang marak saat ini adalah masalah perdagangan manusia (trafficking). Dalam banyak kasus trafficking yang menjadi korban adalah kaum perempuan dan anak-anak. Menyikapi hal ini pemerintah dan berbagai stakeholder terkait telah berupaya meminimalisir masalah ini. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT merupakan lembaga yang terdiri dari multipihak, baik itu Pemerintah Daerah, LSM, Perguruan Tinggi, Pers, dan individu yang peduli terhadap perlindungan anak. LPA NTT sudah berkiprah di NTT selama 6 tahun di bawah kemimpinan Prof. Maria Agustina Noach Ph.D,M Ed. LPA NTT dalam kiprahnya telah melakukan banyak hal, walaupun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Demi meningkatkan kiprah dan perannya, LPA mengadakan Lokakarya dan Pertemuan Forum Provinsi ke III LPA NTT yang diselenggarakan selama 2 hari, dari tanggal 18-19 Februari 2011. Lokakarya yang berlangsung di Aula Stikes CHMK Kupang ini, dihadiri para stakeholder, pengurus LPA se-NTT, dan Dewan Pakar LPA NTT  serta wakil forum anak.

Setelah melalui proses yang panjang selama 2 hari itu forum berhasil menetapkan berbagai keputusan pembahasan perubahan AD/ART LPA NTT dan menetapkan Formatur serta menyusun kepengurusan LPA NTT Periode 2011-2014. Kepengurusan baru LPA NTT dibawah kemimpian Veronika Ata,SH,M.Hum, Wakil Ketua, Novi Puga Rengo, Sekretaris, Florencio Mario Viera, dan Bendahara, Olvita Thedens. Kepengurusan dilengkapi dengan berbagai Koordinator Bidang diantaranya bidang advokasi dan hukum, bidang kesehatan, bidang deteksi, bidang Litbang, bidang penggalangan dana , bidang media dan lainnya. Kepengurusan ini juga dilengkapi dengan Dewan Pakar diantaranya,  Dr. Mien Ratu Ujuh, Rm. Leo Mali,Pr, Dr. Frans Taolin, John Nome, Ali Antonius SH., Yuliana Ndolu. Selaku Dewan Penasehat,  yakni Prof. Mia Noach, Ny.Lucia Adinda Lebu Raya, Ir. Abraham Paul Liyanto, Ir. Fary Dj. Francis, Ir. Sarah Lery Mbuik dan dr. Yovita Anike Mitak.

Dalam acara penutupan kegiatan ini, Prof. Mia Noach sebagai mantan Ketua LPA NTT menyampaikan profisiat kepada pengurus baru untuk melanjutkan tugas mulia. Karena tugas ini hanya sebuah pengabdian atau kerja sosial yang sangat berarti bagi upaya memperjuangkan hak anak di NTT khususnya dan Indonesia umumnya.

Sementara itu,  Ketua LPA NTT, Veronika Ata, dalam sambutannya, mengatakan, apa yang telah dibuat oleh pengurus lama akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Dan meminta dukungan semua pihak dengan menyentil kata bijak kalau bukan kita siapa lagi yang peduli terhadap upaya perjuangan hak anak ini, tandas Ata.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara LPA NTT dengan Sekolah Lapang Nekamese. Terkait dengan Sekolah Lapang Nekamese merupahkan ide dari Ir. Fary Dj. Francis, MM, aktivis LSM yang sekarang  adalah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Sekolah Lapang Nekamese ini merupakan ide untuk menyiapkan tempat bagi anak-anak kota dan desa sebagai tempat untuk belajar  mencintai kampung. Saat ini ada  upaya membangun Indonesia mulai dari kampung, ini bisa dimulai dengan sebuah ide sederhana Gerakan Anak Cinta Kampung (GERTAK), tandas Fary Francis yang juga salah satu Dewan Penasehat LPA NTT.

Ir. Fary Dj. Francis, MM

Sekolah Lapang Nekamese terletak di Desa Oenif, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang dengan luas lokasinya 3 ha ini.Tempat ini merupakan pemberian dari para tokoh masyarakat di wilayah itu untuk dikelola demi kepentingan umum. Ditempat itu anak-anak bisa menikmati suasana khas pedesaan dengan udara segar, serta  belajar terkait bagimana proses pengelolahan sawah  dan  pengembangan tanaman holtikutura, proses pembuatan tenun ikat, dan berbagai hal yang merupakan aktifitas keseharian di kampung, ujar Fary.

Saat ini, di Seklolah Lapang Nekamese juga sedang dilakukan proses pembuatan susu segar dari sapi dan sekitar 2 bulan lagi akan dikembangkan susu segar dari kambing Etawa yang sementara dikembangkan dilokasi ini. Susu segar ini baik dikonsumsi anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan anak, tandas Fary. Sekolah Lapang Nekamese ini juga merupakan pilot projet yang saat ini Kepala Sekolah adalah juga Wakil Ketua LPA NTT Novi Puga Rengo. Untuk kedepan akan dipikirkan lokasi lain untuk dijadikan sekolah lapang, ujar Fary yang juga anggta DPR RI yang duduk di Komisi V dan Anggota Badan Anggaran DPR RI.

Pada kesempatan itu juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto yang juga salah satu Dewan Penasehat LPA NTT, menyatakan dukungannya terhadap upaya untuk memerangi trafficking. Sebagai pihak yang juga mengurus TKI dan TKW dalam wadah APJATI NTT, pihaknya mendapatkan banyak mafia yang terlibat dalam masalah trafficking ini, tandas Liyanto. Kami sangat komit untuk bersama LPA NTT berjuang bersama memerangi trafficking ini, tandas Paul Liyanto. +++JK+++

Iklan

2 Komentar

  1. masukan buat suara flores agar mencoba meliput,bagaiman perjuangan anak anak nagekeo khususnya anak anak penggarap di desa Aewoe yang berjuang keras untuk mendapatkan pendidikan,.sebelum berangkat kesekolah mereka terpaksa harus naik turun gunung dengan beban yang di pikul berupa ubikayu,kayu bakar dan daun singkong untuk di jual kepasar maumbawa walaupun dengan memakai seragam sekolah di badan mereka terpaksa agar bisa membeli buku tulis danbiaya SPP.

  2. SEMOGA SUARAFLORES ONLINE INI MENAMPILKAN BERITA-BERITA TERBARU, BUKAN HANYA BERITA LAMA….TAPI SALUT ATAS SEMUA BERITA…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s