Musrenbang Menentukan Kebijakan Pembangunan

Borong, Suara Flores — Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan forum multi pihak terbuka yang secara bersama-sama mengidentifikasi dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan masyarakat. Kegiatan ini berfungsi sebagai proses negosiasi dan harmonisasi berbagai perbedaan sekaligus mencapai konsensus bersama mengenai prioritas kegiatan pembangunan beserta anggarannya, yang kemudian dibahas dalam forum SKPD. Untuk itu usulan-usulan masyarakat harus diakomodir. Demikian hal ini disampaikan Camat Pocoranaka, Thobias Suman,SH di Aula Kantor Kecamatan Poco Ranaka, Mano, (21/2) belum lama ini.

 

Kegiatan Musrenbang

Lebih lanjut, Suman, menyampaikan, penambahan 13 desa pemekaran dan satu kelurahan pemekaran, yaitu Kelurahan Bangka Leleng, mengingatkan kita pada usia yang ke 41 tahun Kecamatan Pocoranaka yang telah memiliki 42 desa dan kelurahan. Dan jumlah desa dan kelurahan yang begitu besar, mengingatkan kita semua bahwa sudah saatnya kecamatan ini musti dimekarkan, ungkap Suman dalam saat itu. Ke-42 desa dan kelurahan yang tersebar, lanjut dia, yaitu Awon Golo Tango – Salen Lame, Laun Watu Lanur – Len Poco Kepe, dengan berbagai jenis kebutuhan pembangunan masyarakat, baik infrakstruktur jalan, air minum, irigasi dll. Kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti jalan, untuk memperlancar arus perpindahan barang, jasa maupun orang, baik ke sentra-sentra ekonomi, pendidikan, kesehatan dll.

Diakuinya, ada beberapa ruas jalan yang kedepan mesti menjadi perhatian kita bersama, antara lain, ruas Jalan Mano – Majung – Lenang – Tolok – Heso – Melo – Ntungal – Pesi, ruas Jalan Watu Ci’e – Pocong – Poeng – Kuwu – Tanggar, ruas Jalan Watu Ci’e Lento – Deno, ruas Jalan Reno – Marang -Welu, ruas Jalan Mawe – Lawir – Wae Togong, Paleng – lagos – Wunis – Peweng, ruas Jalan Cabang Waer – Laci – Reca – Wae Togong – Ledu – Reweng, ruas Jalan cabang / Nuas – Wangkar Weli – Wae Nunung – Pawat – Kate, ruas Jalan Watu Ci’e – cabang tangkul – Mawe – Deno – Rejo – Kedel dan ruas Jalan Watu Ci’e – Biting – Ngkiong – Dora – Cabang Kate. Kesembilan ruas jalan ini merupakan ruas jalan utama di Poco Ranaka, disamping beberapa jalur jalan yang merupakan cabang dari ruas jalan utama, seperti Mano  – Wesang – Moncok, Pongkon – Mano – Desa Pocolia, Capung – Nggola Desa Compang Raci, Colol – Racang Desa Colol, Cabang Tado –  Moncok, Cabang Rangga Ruma – Jing-Pesi, Golo Raci – Taku Resa Satar Tesem.

Disamping itu, menurutnya, kebutuhan pembangunan jalan, pembangunan jembatan pada ruas-ruas jalan utama tersebut diatas, juga menjadi perhatian kita ke depan, seperti pembangunan jembatan Wae Wake I pada ruas Jalan Mano-Majung-Lena. Pembangunan Jembatan Wae Wake II pada ruas Jalan Watu Ci’e – Pocong-Kuwu, pembangunan Jembatan Wae Cebu pada ruas Jalan Watu Cie – Ento Reno. Pembangunan Jembatan Wae Tonggong II pada ruas Jalan cabang Waer-Laci – Reca-Wae Togong-Ledu, Pembangunan jembatan wae kolong pada ruas jln Reno – Marang – Welu. Pembangunan jembatan Wae Nunung pada ruas jalan cabang Lunas – Wangkar Weli – Pawat.

Selain itu juga dibidang ekonomi, disamping penguatan-penguatan Kelompok Tani secara institusi, juga di butuhkan bantuan pemberdayaan sarana produksi guna meningkatkan hasil pertanian, kehutanan maupun perkebunan.

Seterusnya, kata dia, dibidang pendidikan, guna pemerataan penyebaran tenaga pendidikan dan rehabilitasi gedung maupun ruang kelas merupakan kebutuhan untuk segera diatasi. Demikian juga dibidang kesehatan, dibutuhkan pemerataan penyebaran tenaga medis pada sarana-sarana kesehatan yang telah dibangun. Menjadi perhatian kita bersama juga adalah pembangunan sarana air bersih dan pembangunan irigasi pedesaan, terangnya. Pada beberapa desa di wilayah ini masih terdapat lahan-lahan yang belum dikelola yang terkategori sebagai lahan tidur, seperti di Desa Keong, Desa Watu  lanur, Desa Watu Arus, Desa Arus, Rendenao, Kelurahan Nggalak Leleng, Desa Compang Wekeh, Desa Compang Wunis, Desa Ngkiong Dora, dll.

Dia juga merasa bangga terhadap kehadiran program PNPM-Mandiri pedesaan tahun 2009 dan 2010 yang telah membantu membangun dan meningkatkan insfrastruktur jalan dan air minum. Pada tahun 2010 ada PNPM-MP di Desa Nggkiong Dora – telford jalan dari Kati menuju Pawat, Golo Leno, telford jalan dari Golo Watu menuju Wangkung, Bangka Pau, rabat beton jalan di lingkungan desa Bangka Pau dan lain sebagainya.

Selama ini kehadiran PNPM telah banyak membantu mayarakat desa, seperti mengatasai air minum bersih di Tangkul Desa Rendenao, air minum bersih di Desa Ango Molas, air minum bersih di desa Mulo. Diakhir sambutannya, Suman menyampaikan profisiat kepada tiga belas (13) kepala desa terpilih, yakni kepala desa Deno, Lento, Wejang Mawe, Bangka Arus, Compang Mesang, Golo Rangkut, Compang Raci, Wejang Mali, Benteng Wunis, Golo Wune, Lerung Dona, Colol dan Compang Deluk.

Sementera itu, Ketua DPRD Manggarai Timur, Jhon Nahas, ST, mengatakan, anggaran untuk pembangunannya itu dilihat skala prioritas, itu yang diberikan. Persoalannya semua wilayah Manggarai Timur itu ada bagian, tidak hanya Pocoranaka saja, terang Nahas pada wartawan. Turut hadir dalam kegiatan ini, anggota DPRD dapil Poco Ranaka, pimpinan SKPD lingkup Pemkab Manggarai Timur, Kapospol Mano, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Poco Ranaka, para tokoh masyarakat dan para tokoh agama. +++RAJ+++

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s